Witarsa Aji, Polisi yang Mencintai Wisata

Sekilas, jika ia memakai baju kasual, orang tidak akan menyangka jika ia seorang Polisi. Perawakannya tidak seperti citra polisi pada umumnya. Tinggi, berbodi atletis dan berjalan sempurna.

Orangnya ternyata supel sekali. Tanda tahi lalat di atas mulutnya mencirikan ia suka bicara. Dan ia suka mempraktikkan apa yang ingin disampaikannya. Bicaranya suka menggebu-gebu, tapi tegas.

Witarsa Aji. Begitulah ia disebut. Saat ini ia memimpin Kepolisian Resort Enrekang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi. Dua bulan memimpin Mapolres Enrekang, ia membuat gebrakan “Polisi Peduli Wisata”. Lewat inisiasinya muncul tim yang diberi nama Tim Jelajah Wisata Enrekang.

“Selama ini, kita hanya berpangku tangan melihat bule-bule lewat, bahkan hanya melongok saja,” katanya sambil berdiri mempraktikkan gaya berpangku tangan.

Padahal, lanjutnya, Enrekang memiliki daerah yang luar biasa indahnya. “Tak kalah dengan Toraja.”

Menurutnya, Enrekang memiliki alam yang luar biasa elok dan punya pesona. Bentang alam, sungai, sejarah dan budaya. “Empat keunggulan itu, harus kita pikirkan untuk keunggulan wisata, harus,” ungkapnya.

Ibarat kata, jika selama ini kita masih berpangku tangan. Sekarang, kita turun tangan, dan mulai mengajak. “Kalau perlu, kita tarik-tarik tu bule-bule. Ini loh, di sini juga ada yang elok,” kata Aji, begitu sapaannya.

Sejak Tim Jelajah Wisata terbentuk, Witarsa Aji sudah mencoba dan mendatangi lokasi-lokasi wisata yang akan diunggulkan untuk tujuan wisata.

Yang pertama dilakukan Tim Jelajah adalah mencoba river tubing di Sungai Baraka-tontonan sepanjang lima kilometer dengan Tim Pemandu dari Kokocing River Tubing Lewaja.

“Kita ingin langsung mencoba dan buat testimoni langsung. Ei, gua juga uda nyoba, ni foto gua,” ungkap Kapolres dalam logat betawi.

Selain itu, Tim Jelajah yang langsung dipimpinnya sudah menelusuri Goa Ba’ka, mendaki Gunung Bambapuang, mencoba arena motor trail, dan menelusuri Wisata Benteng Alla.

“Semua itu dilakukan untuk pemetaan, pengayaan data. Ibaratnya jualan, kita mesti tahu detail yang kita jual,” katanya.

Langkah yang dilakukan Tim, katanya, akan dipersiapkan untuk diseminarkan. “Pokoknya, kita harus sadar, daerah ini luar biasa indahnya, dan ayo, bangun, kita sudah terlalu lama tidur,” ungkapnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *