Pemuda Batu Mila Gelar Pentas Seni di Embung Kebun Raya

Sekitar pukul 16.00 sore (31/1), tepatnya setelah memfasilitasi Bincang Buku di Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang, saya menerima pesan Whatsapp dari Bu Rachmawaty, Kepala Desa (kades) Batu Mila. Pesan itu disertai foto yang menunjukkan gelaran lapak baca, pameran lukisan dan musik di Kebun Raya Massenrempulu Enrekang. Mungkin itu kebetulan belaka, karena saat yang sama saya sudah bersiap-siap pulang ke rumah. Dan Kebun Raya tidak jauh dari rumah, hanya 2 km.

Setiba di rumah, saya menyimpan sebentar tas dan melepas kemeja, lalu mengajak Aldika Djufri yang sedang di bale-bale rumah. Saya mengajaknya dan ia pun tertarik ikut. Aldika meminta singgah di rumahnya mengambil buku karangannya yang katanya akan disumbang di acara yang kami datangi itu.

Tiba di Kebun Raya Massenrempulu Enrekang (KRME) kami memasuki lokasi Embung yang baru saja rampung. Saya sendiri cukup kagum melihat luas dan bagusnya embung ini. Saya menyeberangi jembatan yang kira-kira jaraknya 300 m. Di ujung jembatan sudah disuguhkan gazebo dengan ukuran cukup besar dan taman bunga.

Di bawah papan nama Embung Kebun Raya III Kab. Enrekang sudah kelihatan ramai pengunjung yang didominasi pemuda-pemudi. Saya beranjak ke sana lalu menyapa Bu Rachmawaty yang sedang berbincang bersama Ketua BUMDes.

“Kegiatan ini diadakan bersama BUMDes, Karang Taruna Divisi Seni dan Perpusdes,” kata Bu Kades sembari mengajak duduk lesehan di Lapak Buku.

Bu Kades yang baru saja dilantik untuk periode kedua itu, membuka percakapan dengan usaha BUMDes yang dimiliki. Ia menunjukkan sound system yang digunakan di acara itu, katanya dipersewakan dalam acara-acara hiburan seperti karaokean.

“Bumdes fasilitasi Pentas Seni, sekalian mempromosikan usaha BUMDes yakni salah satunya alat karaoke”, ujarnya.

Selain menceritakan BUMDes, ia juga mengungkapkan rencananya terkait kegiatan perpustakaan desa. Ia mengharapkan agar perpustakaan desa nantinya dapat memfasilitasi anak muda.

“Ini teman-teman dari pengelola Perpusdes, Bu Diana, juga memeriahkan acara ini dengan buka lapak baca,” katanya sambil menunjukkan buku-buku Perpusdes Batu Mila.

Di sela-sela berbincang, suara musik dan nyanyian terdengar mengasyikkan. Salah seorang penyanyi sempat ‘menahan’ saya untuk jeda menikmati nyanyiannya. Termasuk ketika sebuah puisi dibacakan. Tidak ketinggalan saya memotret penampilan mereka, juga lukisan-lukisan yang terpajang. Di posisi duduk itu, saya bisa memandangi batu mila yang benar kelihatan berkilau dari jauh.

“Lukisan itu merupakan karya pelajar dari SMA 4 Maiwa, di sini ada karya yang dibikin pelajar dari desa Batu Mila,” kata Ucheng Ketua BUMDes Batu Mila.

Tak lama ia bercerita, Ucheng mengajak saya memberi motivasi kepada pengunjung. Saya agak ragu, karena harus mengatakan apa. Namun Bu Desa pun mengajak.

Di kesempatan itu, saya lebih banyak memberi apresiasi kepada penyelenggara dan anak muda yang hadir. Sebab mereka sudah mengisi ruang itu (KRME) dengan kreativitas. Bagaimana pun KRME ada di desa Batu Mila, dan mereka bisa memanfaatkannya sebagai ruang berkreativitas.

Setelah itu, Bu Kades juga mengapresiasi dan mengajak anak muda desa Batu Mila untuk meningkatkan kreativitasnya. Katanya, ia akan mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan ke depannya.

“Kami pemerintah desa akan selalu membuka ruang untuk anak muda,” tuturnya di hadapan pengunjung.

Seraya mendengarkan Bu Kades, saya diajak ngobrol juga oleh Ocy Langku, salah seorang pemuda yang juga blogger. Dirinya juga turut andil dalam pentas yang digelar sore itu. Kami sempat bercerita mengenai potensi Kebun Raya Massenrempulu Enrekang, dan Ocy Langku menyinggung perihal outbound yang sempat di rencanakannya, termasuk Arenpala (Anak Rimba Massenrempulu Pencinta Alam).

Menjelang maghrib, saya dan Aldika pamit, lalu menyerahkan buku karya Aldika berjudul Pelukis Rasa. Ia pun mengaku senang menyaksikan anak muda mengadakan kegiatan kreatif di desa.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *