Hari Buku dan Ramadan di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi yang entah kapan usai ini, semua bersedih dengan kondisi yang ada. Namun di balik kesedihan itu masih ada sedikit kebahagiaan yang mestinya kita sambut dengan penuh keceriaan. Kebahagiaan yang dimaksud adalah dalam waktu yang tak lama lagi kita akan menyambut tamu agung yang hanya bisa dijumpai setahun sekali yaitu bulan suci ramadan.

Sejatinya bulan ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Oleh karena itu marilah menyambut bulan ramadan dengan sebaik-baiknya. Bulan yang penuh dengan keutamaan. Adanya perintah puasa selama sebulan penuh sebagai ujian untuk mencapai derajat taqwa.

Namun saat ini dengan kondisi yang sama sekali berbeda. Pandemi Covid-19 kini melanda warga dunia, sehingga semuanya berbeda dan serba terbatas. Bahkan untuk beribadah di bulan puasa yang selama ini menghadirkan keramaian pun harus dilakukan di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 yang meresahkan ini. Tak hanya itu, tradisi mudik yang menjadi rutinitas saat bulan ramadan untuk tahun ini dilarang oleh pemerintah. Semua berbeda, semua terbatas. Namun semua keterbatasan ini jangan dijadikan untuk hanya berdiam dan pasrah.

Dengan segala keterbatasan ini marilah kita menyambut ramadan dengan tetap bahagia. Kita semua tahu bahwa ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan agung. Sehingga dengan bahagia rasa stres yang mulai timbul selama #dirumahaja paling tidak bisa berkurang. Apalagi bulan ramadhan selalu dirindukan oleh warga muslim sedunia. Ada banyak ritus yang dijalankan selama ramadan mulai dari ibadah wajib seperti salat 5 waktu, puasa, zakat dll dilipatgandakan pahalanya.

Sehari sebelum memasuki ramadan bertepatan dengan Hari Buku Sedunia (World Book Day). Olehnya itu saya perlu mengucapkan selamat dengan harapan kita masih tetap bersetia dengan buku dan dunia pengetahuan.

Perlu diingat bahwa Wakil Presiden pertama Indonesia, Moh. Hatta adalah salah satu teladan dalam hal kegilaannya terhadap buku. Bahkan ia pernah berucap saat akan dibuang ke Boven Digoel “aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku merasa bebas”. Betapa pentingnya buku bagi Hatta sehingga ia berucap seperti itu.

Contoh teladan lain adalah Presiden Soekarno. Selain dikenal sebagai orator ulung ia juga adalah seorang yang kutu buku. Sejak kecil ia begitu dekat dengan buku. Berkat kegemarannya membaca maka Soekarno menjadi sosok dengan pemikirannya yang kritis dan revolusioner. Ia juga produktif dengan banyaknya buku yang ia tulis. Tak menjadi sebuah pertanyaan ketika kelak ia menjadi pemimpin di negeri ini.

Manfaat Membaca di Bulan Ramadan

Buku adalah jendela dunia. Peran buku dalam kehidupan umat manusia begitu penting. Buku merupakan instrumen penting dalam menghimpun pengetahuan-pengetahuan. Sebuah buku mampu mengumpulkan catatan-catatan yang tersebar, serpihan ilmu pengetahuan yang pada akhirnya memberdayakan kehidupan manusia. Dengan buku, ilmu pengetahuan bisa terdokumentasi dan bisa dibaca.

Sebuah buku ibarat seorang karib. Ia tak pernah memuji secara berlebihan. Tak pernah menyakiti dan tak juga berbohong. Dengan buku kita akan melihat dunia tanpa harus berkeliling dunia. Buku adalah bak seorang guru karena dengan membaca buku bisa memberikan ilmu pengetahuan.

Sebuah buku yang baik adalah buku yang dibaca. Tanpa dibaca buku hanya akan menjadi tumpukan yang akan dimangsa oleh rayap dan diselimuti oleh debu-debu. Maka selayaknya buku itu dibaca. Membaca buku akan memberikan manfaat yang banyak. Beberapa manfaat buku diantaranya bisa menambah pengetahuan, memperkaya kosakata baru, meningkatkan kemampuan analisis juga bisa meningkatkan konsentrasi.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini membaca buku juga bisa mengisi waktu luang yang sebagian besar dihabiskan di rumah. Misalnya membaca novel atau buku biografi. Dengan membaca setidaknya rasa bosan tinggal di rumah bisa terselesaikan. Selain bisa dilakukan juga saat sedang rebahan. Karena membaca buku bisa dilakukan dengan banyak gaya.

Menjelang ramadan ini sudah selayaknya membaca sebagai salah satu agenda yang akan dilaksanakan. Ada banyak pilihan dalam membaca. Mulai dari membaca kitab suci Al-quran sampai membaca buku-buku islam lain untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Pada kesempatan lain bisa dimanfaatkan untuk membaca jenis buku lainnya seperti novel, biografi, artikel, maupun yang lainnya.

Melalui momentum ini marilah memulai dengan membiasakan membaca. Hal ini dilakukan untuk tetap merawat kewarasan dan tetap menjadi insan yang intelektual. Apalagi pada momen bulan ramadan ini ada banyak amalan membaca sangat dianjurkan. Selain itu kita tentu berharap agar pandemi Covid-19 bisa segera usai.

Sebagai penutup, selamat hari buku sedunia dan selamat memasuki bulan Ramadan. Semoga di akhir ramadan nanti kita semua meraih kemenangan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *